Posts for Lain-Lain Category

Siapa Customer Ideal Anda

Lain-Lain - andikamulyana - April 29, 2018

Tiap bisnis punya ideal customer. Apa maksudnya ideal customer? Artinya customer yang dengan senang hati berulang kali belanja, tidak banyak nawar dan puas dengan layanan kita.

 

Akan sangat bahagia sekali kalau customer kita yang mengantri adalah ideal customer semua.

 

Apakah ini cuma khayalan? Bagaimana kalau benar-benar bisa?

 

Kebanyakan orang ketika ditanya, ” Siapa target marketmu?” Jawabannya adalah, ” Siapa saja

Namun kenyataannya adalah, walaupun produknya hebat, dan target marketnya bisa siapa saja, tetap saja customer sepi.

 

Kenapa? Karena usaha marketingnya tidak tajam menusuk ke market tertentu. Bagaikan menembakkan shotgun ke langit dan berharap ada salah satu burung yang kena.

 

Setiap orang mempunyai peluru yang terbatas. Tidak ada orang yang mempunyai peluru yang tidak terbatas. Maka dari itu bijaksanalah mencari tau siapa sebenarnya target market kita.

 

Pertama-tama, tentukanlah siapa saja orang yang mungkin menjadi market kita.

 

Anggaplah ada sebuah laundry mewah yang prosesnya teliti luar biasa. Harganya juga cenderung mahal. Siapa saja yang bisa jadi marketnya?

  • Hotel
  • Restoran
  • Kantor (seragam)
  • RS
  • Keluarga
  • Gym
  • dll

Dari beberapa market di atas, mana yang paling besar potensinya? Kalau dilihat sifat laundry yang kelas atas, maka yang paling tepat adalah KELUARGA.

 

Nah, mari kita persempit lagi. Siapa di keluarga yang mengambil keputusan?

  • Bapak
  • Ibu
  • Anak
  • Pembantu

Kita simpulkan yang biasa mengambil kesimpulan soal laundry adalah ibu. Namun kita persempit lagi. Ibu yang seperti apa yang cocok?

  • Umur 35-50
  • Menengah ke atas
  • Suka gaul
  • Memperhatikan penampilan
  • Macan (mama cantik)
  • dll

Lalu kita tanyakan lagi, di mana saja sang Macan ini nongkrong?

  • Cafe
  • Salon
  • Gym
  • Mall
  • Bioskop
  • Toko baju
  • dll

Mari kita tanyakan, mana di antara tempat di atas yang paling mungkin ditawarkan laundry? Yang dia tidak merasa terganggu?

Mungkin paling tepat adalah salon dan toko baju. Maka buatlah iklan untuk macan, dan letakkan iklan tersebut di salon / toko baju.

 

Kalau sudah seperti ini, dari 10 peluru, mungkin bisa kena 6 target. Jauh lebih efisien. Biaya marketing jauh lebih kecil, namun  efektif.

Continue Reading

Menciptakan Pasar baru

Lain-Lain - andikamulyana - April 29, 2018

Sebagai pelaku bisnis tentu saja wajib hukumnya untuk mengetahui cara menciptakan pasar untuk produk bisnis Anda. Keahlian ini sangat jarang tersedia di buku dan biasanya didapatkan dari pengalaman berbisnis yang tidak sebentar. Nah, dalam rangka memenuhi kebutuhan akan cara menciptakan pasar untuk produk bisnis Anda Setiap bisnis, pasti ingin mengungguli saingannya. Bagaimana agar bisa menjadi pemain nomor 1.

Namun sebenarnya kalau kita pikir-pikir, setiap bisnis pasti punya keunggulan sendiri-sendiri. Namun belum tentu kelebihan tersebut bisa membuat kita jadi pemimpin pasar.

Sebenarnya pola pikir mengungguli pasar atau menjadi pemimpin pasar sendiri adalah pola berpikir yang sangat terpaku pada apa yang sudah ada. Artinya kita menerima bahwa pasar itu sudah seperti itu. Lalu kita berusaha menjadi pemain yang lebih baik. Entah lebih efisien, murah, cepat, atau kelebihan apapun.

Namun justru pola pikir yang ingin menjadi pemimpin pasar inilah yang menghambat kita. Justru saat kita ingin menguasai pasar, kita hanyalah salah satu pemain di pasar. Kita gak akan bisa lepas dari jebakan constraint yang sudah dibuat oleh pasar.

Pebisnis yang luar biasa, tidak mau berpikir menguasai pasar. Dia berpikir dengan cara yang berbeda. Dia ingin membuat orang-orang yang sebelumnya bukan target market, menjadi target market. Yang bukan customer, bisa menjadi customer. Dia ingin membuat sebuah produk yang sebegitu hebatnya, sehingga gak perlu dipasarkanpun, sudah bisa berjalan sendiri. Kalau customer mencoba, sudah pasti mereka bukan hanya jadi customer, namun jadi fans.

Jadi yang dibuat itu bukanlah produk yang lebih bagus. Namun produk yang memang berbeda. Yang bahkan bisa melayani non customer. Bahkan bukan customer dari pesaing kita. Coba pikir-pikir, dulu yang minum kopi hanya orang dewasa, kebanyakan cowo, di pagi hari.

Sekarang siapa yang nongkrong di Starbucks? Jam berapa?

Jadi tujuan kita adalah membuat market baru, mengurangi cost. Bukan hanya menambah dan mengurangi variabel. Namun kita membuang dan menciptakan variabel baru!

Kita bukan memberikan harga yang lebih murah, namun kita menciptakan harga baru yang gak bisa dibandingkan.

Saat anda bisa mengubah mindset anda, maka anda bisa mulai berpikir.

Salah satu pertanyaan yang sangat membantu adalah, “Siapa yang bukan customer saya?”

Continue Reading

meningkatkan value Anda

Lain-Lain - andikamulyana - April 27, 2018

Siapapun pengusaha atau pebisnis pasti ingin memiliki omset atau pendapatan bisnis yang terus mengalami peningkatan. Namun untuk bisa meningkatkan penjualan, seorang pengusaha harus mau melakukan sesuatu. Umumnya usaha yang dilakukan pengusaha untuk meningkatkan omset adalah dengan meningkatkan jumlah penjualan produk atau jasanya.salah satu caranya adalah dengan meningkatkan valuenya .

Dari mana datangnya Value?

 

Value di mata customer datang dari 2 hal:

  1. Harga
  2. Kenikmatan

 

Makin kecil harga, makin besar kenikmatan, maka makin tinggi value. Customer makin suka.

 

Value di mata produsen datang dari 2 hal:

  1. Biaya
  2. Kenikmatan yang dibayarkan

 

Makin rendah biaya produksi, makin besar kenikmatan, maka makin tinggi value. Produsen makin happy.

 

 

Sering kali produsen bermain defensive. Pesaing kasih harga lebih rendah, dia ikut turunkan harga. Padahal cost tetap atau bahkan makin tinggi. Hasilnya, keuntungan menipis. Dia kasih harga rendah, pesaing ikut turunkan harga. Hasilnya bagi produsen, ini makin mencekik leher. Lautan persaingan mulai berdarah. Hasilnya cuma customer yang beruntung, karena bisa ‘minum darah’ produsen.

 

Mereka yang memimpin pasar, tidak lagi berpatokan pada pesaing. Mereka ingin membuat persaingan jadi gak relevan. Mereka bahkan gak bisa dibandingkan dengan pasar.

 

iPhone gak bisa dibandingkan dengan Play Station, gak relevan. iPhone mulai mencari market baru selain para gamer. Mereka ingin orang dewasa, anak2 balita juga bisa ikut main. Beda dengan PS yang biasanya dimainkan oleh remaja. Ada hal2 yang gak bisa dilakukan oleh PS, ada juga hal2 yag gak bisa dilakukan oleh iPhone.

 

GoJek gak bisa dibandingkan dengan taxi. Gak relevan. Sekali lagi, ada banyak hal yang bisa dilakukan oleh taxi, namun tidak oleh GoJek. Begitu pula sebaliknya.

 

Ada hal2 yang ditawarkan oleh taxi:

  1. Tidak kepanasan / kehujanan
  2. Selamat sampai ke tujuan
  3. Ramah
  4. Kecepatan (bergantung traffic)

 

GoJek melihat, apa saja yang bisa:

  1. Ditambah: kecepatan
  2. Dikurangi: kenyamanan
  3. Dihilangkan: AC
  4. Diciptakan: masker, GoFood, dll.

 

 

Mereka memang tidak imbang.

 

Latihan “menambah, mengurangi, menciptakan, menghilangkan” ini sangat bagus untuk meraih market baru yang belum pernah jadi market kita sebelumnya.

 

Continue Reading

mengatasi rasa takut

Lain-Lain - andikamulyana - April 27, 2018

Ada 2 emosi yang paling banyak menganggu manusia. Yaitu “Fear & Anger”. Keduanya ini berhubungan dengan 2 Human Basic Needs yaitu ‘Certainty’ dan ‘Significance’.

 

Fear berfungsi melindungi certainty.

Anger berfungsi melindungi significance.

 

Ironisnya, walaupun dia bermaksud melindungi, dia malah melakukan sebaliknya. Fear justru menghilangkan certainty. Anger justru menghilangkan significance.

 

Misalnya di pengusaha. Saya sendiri melihat ada beberapa pengusaha. Bahkan di SECINDO ini, yang too smart for his own company. Yang harusnya bisa keluar dari zona nyamannya dan melakukan lebih banyak. Mereka harusnya punya kelas yang jauh lebih tinggi. Merek berkontribusi jauh lebih banyak. Bisa jauh lebih kaya. Jauh lebih terhormat. Namun mereka memilih untuk stay di situasi yang ada sekarang.

 

Mereka masih takut pada uncertainty. Bagaimana kalau……?

Bagaimana kalau….? Kalau sampai terjadi begini, bagaimana…?

 

Talenta yang diberikan oleh Tuhan jadi berdiam tersangkut di sana saja.

 

Kalaupun dia sudah jadi bos besar, sering kali dia masih terlalu mengontrol perusahaannya. Alur eksekusi harus dapat persetujuan dari atas. Respond jadi terlalu lambat. Padahal yang di atas jarang sekali mendapatkan feedback dari bawah.

 

 

Ada juga yang merasa nyaman sebagai karyawan.

Mereka lebih memilih menekan egonya. Berkompromi untuk sesuatu yang dia sendiri tidak setuju. Suara sendiri ditekan, agar menjamin kestabilan dan posisi. Kalau harus berkelit ya berkelit. Lagi-lagi fear mengontrol begitu banyak aspek kehidupan.

 

Bagaimana kalau….?

Bagaimana kalau…..?

Kalau sampai terjadi begini, bagaimana?

 

Bagaimana kalau….?

Bagaimana kalau…..?

Kalau sampai terjadi begini, bagaimana?

 

 

Fear yang harusnya melindungi certainty… ironisnya malah memberikan lebih banyak uncertainty.

 

saya jadi ingat tentang cerita Ingrid Betancourt, seorang calon presiden Columbia, diculik oleh pasukan gerilya. Karena Ingrid sudah terlalu vokal, maka dia disingkirkan. 6 tahun lamanya dia ditahan di tengah hutan. Penuh dengan hewan seperti tarantula, scorpion, anaconda, piranha, jaguar, nyamuk malaria, dll.

 

Tentu saja begitu banyak pelakuan tidak manusiawi. Misalnya dia dirantai di leher, diikat ke pohon seharian. Saat dia kebelet pipis, si penjaga malah teriak, “Apapun yang kamu mau lakukan, lakukan di depanku!

 

Saat ditahan, maka memory-nya mulai menghilang. Nomor telp, alamat, bahkan nama-nama orang yang dia sayangi. Yang muncul adalah rasa takut, benci, tidak percaya, dan bahkan rasa ingin membunuh yang begitu besar.

 

Para pasukan gerilya juga begitu pintarnya memecah belah. Mereka memakai manipulasi, kebohongan, mengancam, menghukum, dll. Semua itu dilakukan, agar para tahanan tidak bersatu. Agar mereka lemah.

 

Jelas tidak gampang mempertahankan akal sehat dan kemanusiaan. Kebencian begitu subur di sana. Rasa takut merajalela. Rasa takut ini yang menyebabkan begitu banyak emosi negatif lainnya muncul.

 

Nah menariknya, yang merusak itu bukan rasa takut itu sendiri. Namun ketidakmauan kita untuk menghadapi rasa takut itu. Rasa takut itu wajar untuk muncul. Namun apakah kita mau terus-menerus lari, atau mau menghadapinya. Saat kita mau menerima dan menghadapi rasa takut itu, barulah diri kita mulai berubah.

 

Ingrid berusaha keras, bagaimana agar dia bisa mempertahankan kemanusiaannya. Dia menghadapi rasa takutnya. Ada 2 langkah yang dia ingat dan lakukan:

  1. Ingat identitas.

Dia kembali mengingatkan, siapa dia sebenarnya. Orang seperti apa dia. Dia tidak akan menjadi pembunuh. Karena itu bukan identitasnya.

 

  1. Belajar bersatu dan percaya

Di tengah-tengah rasa takut, manipulasi, hukuman, dll; tidak gampang untuk percaya. Karena orang lain bisa berkhianat hanya untuk sepiring nasi. Namun kalau rasa takut itu menular, maka rasa percaya juga menular.

 

2 hari yang lalu, saya menonton sebuah film India yang sangat bagus. Diperankan oleh Aamir Khan, judulnya ‘Dangal’. Mungkin anda boleh nonton. Tentang bagaimana seorang bapak mempunyai rasa percaya begitu besar pada mimpi dan anaknya.

 

Banyakkah rasa takut di sana? Pasti. Namun identitas dan iman itu, dia yang akan menjaga kita.

Continue Reading

pentingkah profitable usaha ?

Lain-Lain - andikamulyana - April 26, 2018

Saat kita bekerja, sering kali kita melihat bahwa bisnis orang lain lebih profitable. Dia dapat uang lebih banyak. Maka kita sering kali ikut melompat ke sana.

 

Yang kita gak sadari adalah, berapa banyak keringat, darah dan air mata yang sudah dia keluarkan untuk membuat itu semua bisa berjalan. Berapa tahun yang dia butuhkan untuk mencapai level yang dia capai?

 

Nah, kita sering kali terjebak dengan jebakan ini. Kita memutuskan untuk jump ship atau pindah haluan. Kalaupun gak jump ship, kita berharap setidaknya bisnis dia bisa untuk sekedar uang jajan deh.

 

Sering kali, banyak dari usaha yang kita coba ini gak berhasil. Akhirnya kita membuat ‘sampah’ di mana-mana. Entah itu berbentuk ruko, account, peralatan, karyawan, atau apapun itu.

 

Kalau skalanya kecil, maka sampahnya sedikit. Namun kalau skalanya seperti IBM zaman dulu, yang mana mereka punya tower besar di tiap kota, sudah pasti sampahnya beda.

 

Begitu banyak inefficiency dan birokrasi yang menggagalkan usaha yang sudah dilakukan. Sampahnya jadi banyak banget.

 

IBM di zaman dulu, sebagai perusahaan server, diasumsikan mempunyai internal communication system yang bagus. Namun kenyataannya gak begitu. Mau ngomong dengan satu sama lain saja sulit. Padahal mereka menghabiskan $4B per tahun untuk hal ini.

 

General Ledger (buku besar) mereka saja bukan cuma 1. Namun ada 266. Untuk pindah ke divisi lain, karena peraturan masing2 bagian berbeda-beda, sangat sulit. HR di masing2 bagian mempunyai aturannya sendiri. Pindah departemen itu bagaikan pindah negara. Bayarannya, bonusnya, dan lain-lainnya, semua beda. Aturannya juga berbeda-beda.

 

Bahkan dulu, untuk pindah dari satu divisi ke divisi lain saja, seseorang harus dipecat dulu, baru bisa direkrut lagi.

 

IBM dulu punya 8.000 acres tanah yang belum diapa-apakan. Mereka punya gedung tertinggi di Atlanta. Yang mana sebenarnya gedung ini gak mereka butuhkan. Maka gedung ini dan banyak property lain dijual.

 

Dulu, on time delivery rate itu cuma 30. Bayangkan betapa kesalnya jadi customer mereka.

 

Lou Gerstner menjual begitu banyak pesawat perusahaan. Menjual markas di NYC. Juga mereka punya fasilitas training yang kasih makan dan penginapan untuk puluhan ribu orang per tahun. Bayangkan betapa besar inefficiency-nya.

 

Bukan cuma itu, IBM punya artwork collection yang masih tersimpan di peti kayu. Yang ketika dijual, laku sampai $31M.

 

Nah, apa pelajarannya?

Saat mau membersihkan semua sampah, walaupun berat dan perih, lakukan dengan cepat. Pastikan semua orang tau apa yang dilakukan dan kenapa kita melakukannya.

 

Cuma mengeluh, menyembunyikan masalah atau menunda, gak akan menyelesaikannya.

 

Selesaikan masalah, cepat! Fokus sama hal lain yang jauh lebih produktif.

Continue Reading

kenapa kita harus bekerja luar biasa

Lain-Lain - andikamulyana - April 26, 2018

Sebenarnya ini tidak perlu ditanyakan, pertanyaan ini sudah pasti kita tahu jawabannya! Namun, di beberapa kesempatan dan waktu, mungkin kita perlu mengajukan pertanyaan ini pada diri sendiri. Kali ini kamipun senang berbagi pemikiran dan sedikit motivasi mengapa kita harus bekerja keras.

Saya yakin Anda pasti sering mendengar wejangan (yang tujuannya juga pasti baik), seperti ini: “Jangan terlalu memporsir diri untuk bekerja. Jangan terlalu bekerja keras, Anda harus seimbang antara pekerjaan dan kehidupan. Kalau tidak begitu, bagaimana Anda menikmati hidup?” Memang pernyataan ini tidak sepenuhnya salah, namun tahukah dan sadarkah Anda bahwa di negara kita, Indonesia, punya budaya yang santai atau bahkan sangat santai?

 

Kenapa si kita harus bekerja keras,kenapa pula kita harus bekerja luar biasa.sedangkan yang kerja asal”an di gajih sama.saya akan melakukan pekerjaan dengan baik tetapi tidak akan lebih dari itu..padahal  Sejak kecil, secara tidak langsung orang tua telah mendidik kita untuk selalu bekerja keras, contoh kecilnya yaitu saat kita berusaha berjalan saat masih balita, belajar agar dapat naik kelas maupun mendapat nilai bagus, dan lain-lain

Ada 3(tiga) alasan mengapa kita harus bekerja luar biasa tanpa melihat seberapa besar kita di bayar.

 

Alasan pertama

  • tidak ada yang kita pelajari ataupun yang kita kerjakan sia”.usaha yang kita kerjakan sebenernya bukan untuk orang lain walaupun pada kenyataan nya kita bekerja untuk orang lain.

Maksud nya seperti ini,jaringan yang kita bangun,relali,pengetahuan,pengalaman dan kemampuan yang kita bangun itu semata” milik kita sendiri dan tidak ada yang bisa mengambi semua keahlian tersebut dari kita

 

Alasan kedua

  • kita membangun repotasi,bagaimana kita mengerjakan sesuatu sangat menunjukan siapa kita dan repotasi akan menjadi kepercayaan,kepercayaan akan menjadi pekerjaan lebih baik dan penghasilan yang lebih besar.

 

Alasan ketiga

  • kita membangun karakter,dan karakter kita berpengaruh pada orang di sekitar kita terutama keluarga dan anak” kita.

Orang di pekerjakan dengan sikap sama pentingnya orang di pekerjakan karna kemampuan.

Apakah kita ingin melihat kita sebagai orang yang berharga dan di cari atau orang yang mudah di ganti ?

Apakah kita ingin melihat kita menjadi jenis orang yang menyempurnakan atau menjadi orang yang di keluhkan orang lain ?

Continue Reading

cara membangkitkan motivasi diri

Lain-Lain - andikamulyana - April 25, 2018

Manusia sebagai makhluk pembelajar terkadang mengalami saat- saat kekurangan motivasi. Motivasi inilah yang sebenarnya harus kita munculkan dari dalam diri sendiri, meskipun ada orang yang memerlukan dorongan dari luar untuk termotivasi.

Jika anda ingin lebih unggul dalam hidup, motivasi diri adalah hal yang paling penting. Anda harus tahu bagaimana cara untuk memotivasi diri anda sendiri. Anda harus mampu menjaga semangat anda tetap tinggi, tidak peduli seberapa sulit situasi anda.

Itulah satu-satunya cara untuk mendapatkan kekuatan yang anda butuhkan, untuk mengatasi kesulitan anda.

Mereka yang putus asa di masa-masa sulit yakin akan kehilangan rasa percaya diri mereka. Bahkan sebelum pertempuran berakhir.

Setiap orang pasti ada motivasi untuk bekerja. Namun apa bentuk motivasinya?

 

Ada yang motivasinya uang. Namun uang itu bukan motivasi yang menarik. Apakah liburan ke Paris bisa memotivasi seseorang? Ya, pasti bisa.

 

Saat Lou Gerstner mengubah wajah IBM, ada banyak yang dia ubah. Ada banyak hasil yang luar biasa. Di Maret 2002 sebelum beliau mundur, IBM menjadi nomor 1 dalam hal IT services, hardware, enterprise software (kecuali PC), custom designed, high-performance computer chips.

 

Karyawan mereka bertambah sekitar 100.000 orang. Sahamnya sampai split stock 2 kali dan value-nya naik 800%. Berarti secara value naiknya sampai 3200%.

 

IBM research & development mendaftarkan lebih banyak hak paten daripada siapapun dalam 9 tahun.

 

Apa yang membuat Lou Gerstner bisa memimpin IBM menjadi sebegitu baiknya?

Bagi Lou, saat dia masuk, dia bukan hanya sekedar juru selamat. Dia bukan hanya ingin jadi juara.

 

Bagi dia, IBM adalah sebuah National Treasure yang harus dipertahankan dan dikembangkan. Seua Leader terbaik punya motif kuat di belakangnya. Sebuah purpose yang jauh lebih besar daripada sekedar uang.

 

Saat purpose adalah uang, maka kita cenderung berfokus pada penghasilan jangka pendek. Namun saat purpose adalah sesuatu yang jauh lebih besar, bukan hanya kita berfokus pada jangka panjang. Namun kita mau berusaha jauh lebih keras.

 

Jarang sekali ada orang yang mau mati demi uang.

 

Namun ada begitu banyak orang yang mau mati dan mengajak teman-temannya ikut mati demi seusuatu yang jauh lebih besar daripada itu.

 

Nah, selama ini perusahaan anda berfokus pada apa? Apa purpose perusahaan anda?

 

Buat sekarang yuk

 

Continue Reading

Memandang sisi lain kegagalan

Lain-Lain - andikamulyana - April 25, 2018

Banyak orang yang putus asa dan hilang harapan sebagai cara menyikapi kegagalan yang mereka hadapi. Kegagalan menjadikan mereka jatuh dan tidak memiliki keinginan lagi untuk bangkit berdiri dengan kembali berjuang.

Namun sadarkah kita bahwa cara menyikapi kegagalan yang demikian akan berdampak buruk bagi kehidupan kita ke depan. Pikiran yang negatif membuat kita akan kehilangan kesempatan untuk mencoba kembali berjuang. Akhirnya kesuksesan yang didambakan untuk diraih pergi jauh dari harapan.

Itukah yang kita inginkan ?

Tentu tidak, kita semua disini pasti memiliki mimpi untuk mendapatkan kesuksesan yang didambakan. Kesuksesan yang membanggakan diri sendiri karena tidak kenal menyerah dalam berjuang.

 

Lain kali jika Anda mengalami suatu kegagalan, pikirkan mengapa Anda gagaldan jangan siapa yang salah.

 

Cobalah memandang kegagalan itu secara obyektif sehingga lain kali Anda dapat mengerjakannya dengan lebih baik.

 

Berikut daftar pertanyaan untuk membantu Anda menganalisis setiap kegagalan :

 

  • Pelajaran apa yang dapat saya petik dari kegagalan ini ?
  • Apakah saya menerima pengalaman ini dengan hati yang lapang ?
  • Bagaimana saya dapat mengubah kegagalan ini menjadi keberhasilan ?
  • Secara praktis, apa selanjutnya yang harus saya lalukan ?
  • Siapa yang pernah gagal seperti ini sebelumnya, dan bagaimana orang itu dapat membantu saya ?
  • Bagaimana pengalaman ini dapat membantu orang lain kemudian hari supaya dapat mencegahnya dari kegagalan?
  • Apakah saya gagal karena orang lain, karena situasi saya, atau karena diri saya sendiri ?
  • Apakah saya benar-benar gagal, atau hanya karena standar tinggi yang tidak realistis ?
  • Dimana saya pernah berhasil dan juga gagal ?

Orang yang suka menyalahkan orang lain untuk kegagalan mereka tidak akan pernah dapat mengatasi kegagalan.

 

Mereka hanya berpindah dari satu masalah ke masalah yang lain.

 

Akibatnya, mereka tidak akan pernah mengalami kesuksesan.

 

Untuk mencapai potensi Anda, Anda harus terus meningkatkan diri, dan Anda tidak akan dapat melakukannya jika Anda tidak mengambil tanggung jawab atas tindakan Anda dan belajar dari kesalahan.

Continue Reading

Memimpin diri sendiri

Lain-Lain - andikamulyana - April 24, 2018

Belajar kepemimpinan ternyata tidak melulu belajar perihal bagaimana kita memimpin orang lain.Belajar kepemimpinan yang sesungguhnya adalah belajar bagaimana kita bisa melakukan kontrol dan memimpin diri kita sendiri.Orang bilang memimpin diri sendiri merupakan kunci untuk memimpin orang lain karena Anda bukanlah pemimpin yang baik kalau belum bisa memimpin diri sendiri.

 

Sering kita mendengar tentang berbagai macam cara bagaimana pemimpin dapat memimpin orang lain. Namun sebelum kita mampu memimpin orang lain, kita juga dituntut untuk mampu memimpin diri sendiri.

 

Kepemimpinan terhadap diri sendiri dapat kita lihat dari beberapa hal:

 

  1. Mengetahui Tujuan

Seorang pemimpin harus tahu tujuan hidupnya sendiri sebelum dia membawa orang lain ke sebuah tujuan tertentu. Jika diri sendiri saja belum mengetahui dengan pasti tujuan hidupnya bagaimana mungkin dia akan bisa memimpin orang lain.

 

  1. Memiliki Hidup yang Teratur

Seorang pemimpin haruslah memiliki hidup yang teratur, baik dalam mengatur waktu bagi Tuhan, keluarga, pekerjaan maupun dirinya sendiri dan kegiatan-kegiatan sosialnya. Sebelum memimpin hidup orang lain lebih baik seorang pemimpin bisa menata hidupnya sendiri lebih dahulu.

 

  1. Perkataan dan Perbuatannya Selaras

Seorang pemimpin adalah orang yang memiliki integritas agar dapat dipercaya orang lain. Seorang yang mampu memimpin diri sendiri adalah orang yang berintegritas, perkataan dan perbuatannya sama bagaimanapun situasinya.

 

  1. Memiliki Disiplin Diri

Seorang pemimpin memiliki disiplin diri yakni kemampuan diri untuk tetap setia melakukan apa yang harus dilakukan terlepas dari pengaruh lingkungan sekitar, mood, faktor suka atau tidak suka, dsb.

 

  1. Berani Mengakui Kekurangan

Pemimpin juga merupakan manusia yang tidak sempurna, sehingga dia akan memiliki kelebihan dan kekurangan. Seorang pemimpin yang baik harus memberikan inspirasi untuk memotivasi orang lain namun juga tidak malu untuk mengakui kelemahan yang dimilikinya.

 

  1. Memiliki Sikap “Menyuruh Diri Sendiri” bukan Menyuruh Orang lain

Seorang pemimpin yang baik dia tidak akan hanya menyuruh orang lain melakukannya namun dia akan “menyuruh dirinya sendiri” melakukannya. Dengan memberikan contoh kepada orang lain maka akan membuat dia semakin disegani…

 

Nah bagaimana dengan kita? Sudahkah kita memiliki kepemimpinan terhadap diri kita sendiri?

 

Continue Reading

Memiliki mental pemenang

Lain-Lain - andikamulyana - April 24, 2018

 

Keyakinan merupakan suatu sikap dimana seseorang tau dan menyampaikan bahwa Ia percaya bahwa Ia Benar. Keyakinan seseorang tidak ada yang salah ataupun benar, semuanya adalah baik dan benar.  Sudah terjawab ketika anda Yakin, BISA!!

Terkadang Seseorang harus berjalan sendiri untuk mewujudkan Impiannya, bahkan harus menghadapi ragam cerita yang datang, Tetapi Semesta alam selalu berpihak pada setiap orang yang percaya akan apa yang ia lakukan. disaat yang lain, Semesta pasti menyatukan dengan orang-orang yang mungkin sama, searah dan sepemahaman.

Seorang pemenang, memiliki rasa LAPAR & HAUS, Itu yang nembuat mereka SUKSES. Langkah demi langkah ia tekuni, kegagalan demi kegagalan ia perbaiki,  Tak peduli akan segala rasa yang datang menghadang, yang penting Show must go on! Ia terus berjalan mewujudkan Impiannya dan menunjukan pada dunia bahwa apa yang ia katakan, kerjakan adalah BISA!

Moh. Ali seorang petinju Legendaris, sebelum ia terkenal dengan beraninya ia mengatakan bahwa ” Ia adalah sang Juara sepanjang masa”, dan yang paling dasyat ketika ia berbicara kepada media, banyak orang dan lawannya ” saya akan menunjukan betapa hebatnya saya”!! Bukti sebuah keyakinan menghantarkan Moh. Ali menjadi Legenda.

Seseorang yang mungkin tidak asing diteling, hingga saat ini anda dan saya menikmati karyanya, ia adalah penemu kurang lebih 1.093 hak paten atas namanya. salah satu penemuannya yaitu Lampu Listrik. Dalam masa mewujudkan bola lampu ia pernah merasakan stress, bingung, panik, tetapi ia tidak menyerah. Sebanyak 1.998 kegagalan yang beliau alami dan yang ke 1.999 menjadi bukti bahwa ia Bisa mewujudkan ia berhasil. Satu kesuksesan mengalahkan ribuan kegagalan, satu keyakinan bisa menjadi Nyata. Beliau adalah Thomas A. Edison.

Perlu keberanian untuk menyatakan apa yang anda mau. Terkadang butuh kesalahan untuk kita tau mana yang bisa atau tidak demi kesuksesan. Apapun itu, Akan terwujud ketika anda PERCAYA.

Dunia boleh berkata apa saja, tetapi anda tau apa yang anda mau, anda tau anda mau kemana. Semesta selalu menerima dan mendukung setiap langkah anda. Segalanya sudah terjawab ketika anda Yakin.

Terkadang Seseorang harus berjalan sendiri untuk mewujudkan Impiannya, bahkan harus menghadapi ragam cerita yang datang, Tetapi Semesta alam selalu berpihak pada setiap orang yang percaya akan apa yang ia lakukan. disaat yang lain, Semesta pasti menyatukan dengan orang-orang yang mungkin sama, searah dan sepemahaman.

Seorang pemenang, memiliki rasa LAPAR & HAUS, Itu yang nembuat mereka SUKSES. Langkah demi langkah ia tekuni, kegagalan demi kegagalan ia perbaiki,  Tak peduli akan segala rasa yang datang menghadang, yang penting Show must go on! Ia terus berjalan mewujudkan Impiannya dan menunjukan pada dunia bahwa apa yang ia katakan, kerjakan adalah BISA!

Moh. Ali seorang petinju Legendaris, sebelum ia terkenal dengan beraninya ia mengatakan bahwa ” Ia adalah sang Juara sepanjang masa”, dan yang paling dasyat ketika ia berbicara kepada media, banyak orang dan lawannya ” saya akan menunjukan betapa hebatnya saya”!! Bukti sebuah keyakinan menghantarkan Moh. Ali menjadi Legenda.

Seseorang yang mungkin tidak asing diteling, hingga saat ini anda dan saya menikmati karyanya, ia adalah penemu kurang lebih 1.093 hak paten atas namanya. salah satu penemuannya yaitu Lampu Listrik. Dalam masa mewujudkan bola lampu ia pernah merasakan stress, bingung, panik, tetapi ia tidak menyerah. Sebanyak 1.998 kegagalan yang beliau alami dan yang ke 1.999 menjadi bukti bahwa ia Bisa mewujudkan ia berhasil. Satu kesuksesan mengalahkan ribuan kegagalan, satu keyakinan bisa menjadi Nyata. Beliau adalah Thomas A. Edison.

Perlu keberanian untuk menyatakan apa yang anda mau. Terkadang butuh kesalahan untuk kita tau mana yang bisa atau tidak demi kesuksesan. Apapun itu, Akan terwujud ketika anda PERCAYA.

Dunia boleh berkata apa saja, tetapi anda tau apa yang anda mau, anda tau anda mau kemana. Semesta selalu menerima dan mendukung setiap langkah anda. Segalanya sudah terjawab ketika anda Yakin.

Continue Reading